Orang Ini pernah ditinggalkan Ibu bapa dan dijaga oleh haiwan.. Tengok Keadaan mereka sekarang

Hikayat Dunia

Ramai orang percaya bahawa anak-anak liar hanya wujud dalam dongeng dan mitos, namun kanak-kanak yang tinggal di hidupan liar dan berkelakuan seperti haiwan adalah nyata. Menjadi jauh dari peradaban manusia untuk sekian lama dan masih hidup di alam liar, ank liar telah mengadaptasi ciri-ciri haiwan yang mereka tinggal bersama untuk survive dalam hutan.

Terdapat lebih daripada 100 kes yang didokumentasikan oleh kanak-kanak yang dibesarkan oleh haiwan dan tinggal di alam liar.

Berikut adalah 4 contoh kanak-kanak yang dibesarkan oleh haiwan dan ini adalah keadaan semasa mereka kini:

1. Marina Chapman

Marina Chapman lahir pada 1950. Ketika baru berusia empat tahun, dia diculik dari desanya.Penculiknya berubah pikiran di tengah jalan dan meninggalkan Marina jauh di hutan Kolombia. Dia kemudian diselamatkan oleh sekelompok monyet capuchin dan dibesarkan oleh mereka

Marina belajar untuk mengurus dirinya sendiri. Dia mulai mengamati monyet dan melihat jika dia berdiri di bawah pohon di mana monyet sedang makan, dia boleh mengambil makanan yang dijatuhkan.Gadis malang ini tidur di lubang pohon dan berjalan merangkak seperti monyet. Dia menghabiskan sekitar 5 tahun di alam liar.Keadaan ini membuatnya kehilangan cara berkomunikasi saat pemburu menjumpainya.

Sayangnya selepas dijumpai oleh manusia, Marine kemudian dijual ke rumah pelacuran di Cúcuta.Dia melarikan diri dari rumah pelacuran dan hidup di jalanan. Setelah itu dia join dan menjadi ahli kumpulan mafia pula, sehinggalah seorang jiran yang tinggal di dekat keluarga mafia itu berbaik hati dan menyelamatkannya.

Marina akhirnya pindah ke Bradford, Yorkshire di mana sehingga kini dia tinggal bersama keluarganya. Wanita ini melanjutkan hidupnya dengan menulis kisahnya dalam buku berjudul The Girl With No Name.

Dalam bukunya, dia menggambarkan banyak kisah semasa dia tinggal bersama keluarga monyet tersebut. Satu di antaranya adalah saat monyet tua datang menolongnya apabila keracunan makanan dan terancam kehilangan nyawa. Dia menangis kesakitan ketika monyet tua, yang dia panggil Grandpa menuntunnya untuk minum air berlumpur. Segera setelah minum, dia langsung muntah dan mulai pulih.

2. Bello

Pada 1996, seorang anak Nigeria dalam keadaan cacat diselamatkan dari alam liar. Dia ditempatkan dalam perawatan rumah spesialis anak. Staf perawat dari Tudun Maliki Torrey Home di Kano menamai anak itu “Bello.”

Sebelum diselamatkan, pemburu menjumpai Bello dengan keluarga chipanzee di hutan Falgore, 150 kilometer selatan dari Kano. Pada saat penyelamatan, Bello telah berusia sekitar 2 tahun. Bello mungkin anak dari etnis Fulani yang sering melakukan perjalanan melalui wilayah itu. Kondisinya yang cacat mental dan fisik menjadi alasan orang tuanya meninggalkan Bello di hutan. Nasib baik ada keluarga chipanzee yang “mengadopsinya.”

Abba Isa Muhammad, salah seorang petugas kesejahteraan mengganggarkan yang Bello mungkin baru berusia 6 bulan ketika chipanzee menjumpai dan mula menjaganya. Ketika Bello datang ke rumah perawatan, dia berjalan dengan gaya mirip simpanse.

3. Dina Sanichar

Image result for Dina Sanichar

Pada 1867, pemburu menyelamatkan seorang anak dari hutan Bulandshahr di India. Pemburu melihat anak itu menyusul kawanan serigala ke sebuah gua dan dia berjalan seperti serigala. Para pemburu membunuh serigala dan menemukan anak laki-laki tidur di dalam gua. Pada saat penyelamatan dia dianggarkan berusia sekitar enam tahun.
Dia segera dibawa di sebuah pusat asuhan di Sekandra.

Budak ini memiliki kebiasaan mengigit tulang untuk mempertajam giginya. Anak yang diberi nama Dina ini menolak untuk memakai pakaian, bahkan merobek apapun yang menempel di kulitnya. Perilakunya tak mengalami banyak perubahan selama 20 tahun sebelum kematiannya. Dia sudah boleh berjalan tegak dan makan menggunakan piring selepas diajar, namun tak pernah boleh berbicara. Dina juga sangat suka makan daging mentah, perokok berat, dan penderita TBC. Dia meninggal pada 1895.

4. Marcos Rodríguez Pantoja

Marcos Rodriguez Pantoja berasal dari keluarga yang sangat miskin. Saat berusia tujuh tahun, dia dijual ayahnya pada seorang pengembala kambing yang hidup terisolasi. Orang yang membeli Marcos tinggal di sebuah gua.Dia mengajarkan Marcos bagaimana menggembala kawanan kambing serta cara merawat dirinya sendiri saat masih hidup di padang gurun.Sayang penggembala itu meninggal dan Marcos ditinggalkan sendirian.

Namun karena sudah mendapatkan pembelajaran dari si penggembala, dia mampu bertahan hidup di sana. Marcos tinggal di pegunungan selama 12 tahun dari 1953 sampai 1965. Dia langsung tidak pernah berhubung denagn manusia lain bermula dari saat itu dan hanya bertemankan dengan kawanan serigala.Para anggota Guardia Civil Spanyol menangkapnya dan membawanya kembali ke peradaban manusia saat dia berusia 19 tahun.

Mediaterkini.tech

 

Sumber : lastkopek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *